Sabtu, 17 Juli 2010

Sejarah Ikan Koi

Banyak spesies ikan di Indonesia yang belum dibudidayakan. Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang cukup besar dan mempunyai tingkat endemisme yang tinggi, lahan yang beranekaragam, iklim dan cuaca yang bervariasi, sumber daya manusia yang cukup besar demikian pula keaneka ragaman spesies ikan. Di Indonesia terdapat 45% spesies ikan dunia, dan dari sekian banyak species tersebut yang belum dibudi-dayakan masih banyak. Dengan demikian pengembangan akuakultur dapat memberikan hasil yang menjajikan.

Di Jepang, ikan ini dinamakan nishikigoi (Cyprinus carpadie ). Artinya, ikan berwarna-warni. Goi sendiri artinya ikan karper. Kata koi berasal dari bahasa Cina. Kebetulan ini sudah ada sejak 2.500 tahun lalu, pada zaman peerintahan Raja Shoko dan sampai kini dipakai para penggemarnya di seluruh dunia.

Ikan ini konon berasal dari Persia, dibawa ke Jepang lewat Cina dan Korea. Dan berkembang pesat sejak 160 tahun lalu. Munculnya ikan koi berwarna-warni adalah hasil penyilangan dan budi daya ratusan tahun.

Ikan koi sepenuhnya merupakan ikan hias. Ada yang mengatakan bahwa ikan ini mulai popular di Indonesia sejak dekade 1980-an. Bentuk badannya bulat memanjang dengan warna sisik beragam, seperti putih, kuning, merah menyala, hitam atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Gerakannya lambat dan cukup jinak. Para hobiis ikan hias umumnya menyukai ikan koi blaster yang mempunyai totol-totol dengan warna tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar